Nama resmi sebenarnya adalah ‘Kauaeranga Kauri Trail’, disebut sebagai ‘Pinnacles Walk’ karena trek ini menuju puncak-puncak batu ‘pinnacles’. Trek ini berada di hutan Coromandel, masih termasuk daerah Auckland.
Selamat membaca catatan kami, jika ingin langsung membaca ringkasan perjalananya silakan langsung menuju kesimpulan di paling bawah.
Kami naik gunung ini pada tanggal 24 Desember 2018, malam natal. Hanya malam natal hut penginapannya masih bisa dipesan.
Perjalanan ke lokasi
Transportasi menuju lokasi paling mudah menggunakan mobil pribadi, jarak dari rumah kami di Auckland 126km, sekitar 2 jam perjalanan. Terdapat visitor centre dari DOC (Department of Conservation) di area ini, sekitar 15 menit sebelum trek dimulai. Tempat parkir untuk naik ke atas terdapat di Kaueranga Valley Road End. Area ini memang lokasi untuk kegiatan outdoor, terdapat educational camp, trek-trek pendek, trek untuk sepeda gunung, dan lokasi untuk berkemah.
Visitor Centre menyediakan semua informasi yang dibutuhkan untuk naik ke atas, termasuk kondisi cuaca dan kondisi jalan. Toilet dan air minum disediakan disini, isi botol air dulu disini sebelum naik. Jika lupa membawa makanan atau perlengkapan lainnya, bisa dibeli disini juga, termasuk souvenir.
Kami berangkat dari Auckland pagi jam 8, saat itu hujan. Sampai visitor centre jam 10 dan masih hujan, kami diberitahu bahwa akan terus turun hujan sampai besok pagi yang mengakibatkan jalan meuju parkiran akan tertutup banjir, karena jalan meuju parkiran melewati beberapa sungai yang jembatannya sangat rendah, didesain memang jika air naik akan melewati jembatan itu. Petugas menyarankan untuk menunda perjalanan dan uang pemesanan hut akan dikembalikan, tetapi jika ingin tetap naik juga boleh. Kemungkinan besar besok saat turun tidak bisa melewati jembatan dan harus menunggu sampai surut, dan karena besoknya adalah hari natal, visitor centre akan tutup dan tidak ada petugas yang berjaga disitu, hanya ada di hut yang di atas. Jalan treknya sih tidak apa-apa, cuma jalan mobilnya saja. Banyak yang sudah membatalkan perjalanannya. Saya melihat di daftar keberangkatan ada beberapa orang yang nekat naik dan diberi tulisan oleh petugas ‘crazy guy’. Sedikit ragu-ragu untuk naik, tapi karena hutnya penuh untuk beberapa hari kedepan akhirnya kami nekat saja naik.
Perjalanan ke atas
Sampai di parkiran banyak orang yang sudah turun, banyak yang naik langsung turun lagi karena takut terjebak banjir. Dan ternyata benar, kami tidak bertemu orang yang naik, sepi.
Sebelum memulai perjalanan naik, harus bersihkan sepatu di tempat yang sudah disediakan oleh DOC. Karena hutan ini terdapat pohon Kauri yang dilindugi dan banyak yang sakit karena terkena kotoran.
Bagian bawah gunung banyak ‘fern’. Hutan tidak terlalu tinggi tapi lumayan menutup dibagian atas, jadi kalau sedang cerah tidak terlalu panas, tetapi kali ini sedang hujan. Banyak melewati jembatan dan sungai. Pemandangan tentu saja bagus. Tidak terlau menanjak, banyak bonus dan turunan. Ada beberapa ruter alternatif kecil untuk menghindari sungai yang sedang naik. Jalan sekitar 2 jam sampai Hydro Camp, lokasi untuk berkemah di dekat sungai. Sekitar 1 jam lagi sampai Pinncale Hut. Kalau sedang hujan terus seperti sekarang ini, jalanan agak becek.
Sampai di Pinnacle Hut hanya bertemu 1 orang. Cuma 1 orang, padahal hut ini mampu menampung 80 orang dan hampir fully book.
The Pinnacle Hut
Hut ini adalah hut dengan fasilitas terbagus yang pernah kami datangi. Terdapat 80 bunk bed ada matrasnya. Dapur lengkap, padahal disuruh bawa panci, piring, gelas, sendok, garpu, dll sendiri. Ternyata panci ada 50 lebih, piring, gelas, sendok, spatula, dan lain lain sebagainya. Tidak seperti di hut pada umumnya. Kompor gas ada 6, bukan kompor gas buat kemah lho ya, ini kompor gas betulan. Dapur tergabung dengan ruang makan, ada perapian. Ada sun room disebelah dapur. Meja piknik untuk makan juga ada di deck luar bersama bbq. Toilet ada 6, ada 2 shower. Air bersih banyak sekali, dari menampung air hujan. Sikat dan selang air untuk membersihkan sepatu juga ada. Kamar ada dua ruangan, gantungan jaket dan sepatu kotor/basah ada di luarnya.
Setelah beberapa jam di hut, mulai berdatangan orang-orang baik yang akan menginap atau hanya mampir istirahat dan langsung turun lagi. Total orang yang menginap pada malam itu sekitar 12 orang, hut nya sepi jadi enak.




























Puncak
Untung saja ramalan cuaca tidak benar, pagi hari cerah sekali dan orangnya sedikit. Beruntunglah kita yang nekat naik kemarin.






















Perjalanan ke puncak lumayan menanjak, sekitar 40 menit bisa sampai puncak. Harus naik-naik tangga karena memang berbatu dan tebing-tebing.
Perjalanan turun
Turun memerlukan waktu hampir sama seperti naik. Sampai dibawah juga harus membersihkan sepatu di tempat yang sudah disediakan.
Kesimpulan
- Pinncales Hut untuk menginap diatas harus dipesan jauh-jauh hari.
- Perjalanan ke lokasi dari Auckland Central 2 jam.
- Terdapat visitor centre untuk mendapatkan info terkini.
- Tempat parkir besar.
- Perjalanan trekking naik sampai ke hut 3jam, hut ke puncak 40 menit.
- Tidak ada toilet disepanjang jalur trekking.
- Jika tidak ingin menginap bisa bolak-balik.
- Hut sangat lengkap (saat musim panas/great walk season), ada dapur yang lengkap sekali dari kompor, BBQ, wajan, panci, sampai sabun cuci piring. Shower dan air bersih untuk minum disediakan. Bunk bed lengkap dengan kasurnya.











